Sabtu, 06 Juni 2009

PERAN KROMIUM TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN

Pertambahan biomassa ikan sangat bergantung kepada energi yang tersedia dan cara pemanfaatannya di dalam tubuh ikan. Energi yang murah dan ramah lingkungan saat ini adalah pemanfaatan karbohidrat yang efisien sehingga penggunaan protein bisa maksimal didalam tubuh. Tidak efektifnya karbohidrat menjadi bahan bakar (glukosa) disebabkan rendahnya aktifitas hormon yang berkaitan dalam pengaturan kadar glukosa yaitu hormon insulin. Untuk mengatasinya diperlukan imbangan kalori protein yang memadai agar tidak mengganggu protein dalam pakan dan meningkatkan aktifitas hormon insulin dengan cara meningkatkan kandungan mikronutrien yaitu kromium.Kromium sebagai mikronutrien, mempunyai peran utama dalam interaksi antara insulin dan sel reseptor yang hadir bersama sebagai senyawa komplek yang disebut Glukosa Tolerance Faktor (GTF). GTF memacu aktifitas insulin, membawa banyak glukosa ke dalam sel. Sel-sel akan mengubah glukosa menjadi energi. Tambahan energi ini sebagai sumber energi untuk sintesis protein, pertumbuhan jaringan tubuh, pemeliharaan sel dan peningkatan fertilitas. Kromium, sebagaimana mikromineral essensial lainnya, memiliki nilai kisaran tertentu agar berfungsi secara optimum .Peningkatan aktifitas insulin yang berkaitan dengan naiknya sensitivitas maupun kuantitas reseptor insulin akan mempercepat aliran glukosa darah ke dalam sel target untuk segera dimanfaatkan. Pemanfaatan glukosa darah yang semakin cepat untuk pemenuhan kebutuhan energi akan mempengaruhi katabolisme protein untuk energi sehingga menaikkan efisiensi penggunaan protein. Naiknya efisiensi penggunaan protein diharapkan akan meningkatkan deposisi protein tubuh, yang berarti pertambahan bobot atau terjadinya pertumbuhan. Defisiensi kromium telah dibuktikan pada beberapa spesies hewan dan manusia. Pada tikus tanda-tanda awal defisiensi kromium adalah terganggunya toleransi glukosa (Glukosa Tolerance). Defisiensi yang lebih parah akan mengakibatkan pertumbuhan terganggu, hyperglycemia dan meningkatnya kadar kholesterol dalam serum. Xi et al, (2001) melaporkan bahwa suplementasi Cr-organik dalam bentuk kromium pikolinat (Cr-Pic) dapat meningkatkan persentase jaringan rendah lemak dalam karkas babi. Selanjutnya dijelaskan bahwa peningkatan retensi protein babi yang diberi pakan mengandung Cr-Pic karena peningkatan pengambilan asam amino oleh sel-sel otot untuk sintesis protein, dan berkaitan dengan penurunan kadar kartisol serta peningkatan kandungan insulin-like growth faktor-I (IGF-I) yang menyebabkan peningkatan retensi protein. Adanya kromium dalam darah menyebabkan glukosa dapat segera dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energi metabolisme sehingga sejumlah protein tertentu dapat dimanfaatkan lebih efisien untuk pertumbuhan tanpa harus mengubahnya menjadi energi malalui katabolisme. Hal ini berarti bahwa kromium mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan protein pakan atau meningkatkan deposisi protein tubuh untuk pertumbuhan.Beberapa penelitian dengan menambahkan kromium ke dalam pakan dapat meningkatkan pemanfaatan glukosa, menghambat glukoneogenesis, mencegah stress dan meningkatkan pertumbuhan ikan. Dalam paper ini akan dibahas bagaimana makanisme kromium dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan (diambil dari jurnal Shiau et al, 1998 dan Shiau et al, 2003).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar