Kerusakan ekosistem terumbu karang pada dasarnya disebabkan oleh 2 (dua) faktor utama, yaitu kerusakan akibat kegiatan manusia dan kerusak akibat peristiwa alam. Kerusakan terumbu karang akibat kegiatan manusia antara lain adalah eksploitasi hasil tangkapan dengan menggunakan alat yang dapat merusak seperti penggunaan bom serta penambangan terumbu karang. Kegiatan penangkapan ini beralasanantara lain sifat manusia yang menggunakan jalan pintas untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperdulikan keletarian sumberdaya.
Salah satu upaya peningkatan kapasitas kelembagaan pengelolaan terumbu karang dapat dilakukan dengan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan memperluas wawasan/cakrawala yang dapat dimulai dari kanak-kanak, sehingga pembelajaran tentang terumbu karang dimulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar sampai dengan tingkat sekolah menengah atas. Apalagi di daerah yang mempunyai potensi terumbu karang akan lebih memudahkan untuk pengenalan tentang terumbu karang terhadap mereka.
Adapun tujuan dari kegiatan Pelatihan Tentang Mulok Pengelolaan Terumbu Karang se-Provinsi Kepulauan Riau ini adalah memberikan informasi mengenai pentingnya muatan lokal bagi guru-guru muatan lokal se-Provinsi Kepulauan Riau dan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar